Sukabumi, 19 Oktober 2026 – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi mematangkan persiapan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 melalui rapat panitia yang diselenggarakan pada Senin, 19 Oktober 2026, di Pendopo Kabupaten Sukabumi. Rapat tersebut menjadi bagian dari konsolidasi lintas unsur untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan peringatan Hari Santri Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Stadion Korpri Kabupaten Sukabumi.
Pertemuan ini dihadiri Ketua Panitia, AKBP (P) Ridwan Ishak, S.Ip.; Sekretaris Panitia, Ojang Apandi; Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Sukabumi, Ahmad Firdaus; Direktur Nuqtoh Media Ansor Sukabumi, Moch Fahmi Amiruddin; unsur Pemerintah Kabupaten Sukabumi; serta jajaran panitia lainnya.

Rapat tersebut menjadi ruang koordinasi untuk mematangkan berbagai aspek penyelenggaraan, memperkuat sinergi antarpihak, serta menyatukan langkah dalam menyukseskan agenda tahunan yang memiliki arti penting bagi kalangan pesantren dan masyarakat Indonesia.
Lebih dari sekadar persiapan kegiatan seremonial, konsolidasi ini mencerminkan upaya merawat ingatan kolektif tentang kontribusi ulama dan santri dalam perjalanan bangsa. Hari Santri bukan hanya penanda sejarah, melainkan juga ruang refleksi untuk meneruskan nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian dalam menghadapi tantangan zaman.
Ketua Panitia, AKBP (P) Ridwan Ishak, S.Ip., menekankan pentingnya menjadikan peringatan Hari Santri Nasional sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri sekaligus memperkuat kontribusi mereka bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis, tetapi juga oleh kemampuan seluruh unsur yang terlibat dalam membangun kebersamaan dan menghadirkan kegiatan yang bermakna bagi masyarakat.
Peringatan Hari Santri, dalam perspektif tersebut, merupakan bentuk penghormatan terhadap generasi pendahulu yang telah meletakkan fondasi perjuangan melalui ilmu, keteguhan prinsip, dan pengabdian. Nilai-nilai itu perlu terus dihidupkan agar tidak berhenti sebagai romantisme sejarah, tetapi tumbuh menjadi energi bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.
Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang akan dipusatkan di Stadion Korpri Kabupaten Sukabumi.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus pernyataan bahwa nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian santri akan terus hidup dalam perjalanan bangsa,” ujarnya
Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukabumi, Ahmad Firdaus, memandang Hari Santri Nasional sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran generasi muda pesantren dalam menjaga tradisi keislaman sekaligus merespons perubahan sosial dan perkembangan zaman.
Menurutnya, santri masa kini menghadapi tanggung jawab yang semakin kompleks. Selain dituntut memiliki kedalaman ilmu agama dan akhlak yang kuat, santri juga perlu mengembangkan kapasitas intelektual, kepekaan sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
“Santri harus mampu menjaga warisan nilai yang telah ditanamkan para ulama sekaligus menghadirkan jawaban atas persoalan zaman. Tradisi bukanlah penghalang perubahan, melainkan akar yang menguatkan langkah agar kemajuan tidak kehilangan arah dan identitas,” ujarnya.
Ia menambahkan, semangat Hari Santri harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata melalui penguatan pendidikan, pembentukan karakter, pemberdayaan masyarakat, serta keterlibatan aktif generasi muda dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama, GP Ansor memiliki peran strategis dalam menghubungkan nilai-nilai pesantren dengan dinamika kehidupan masyarakat. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui kaderisasi, pengabdian sosial, penguatan moderasi beragama, dan kontribusi nyata bagi kemaslahatan publik.
Ahmad Firdaus pun mengajak seluruh kader GP Ansor, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), kalangan santri, pelajar, mahasiswa, pemuda, serta masyarakat luas untuk menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Stadion Korpri Kabupaten Sukabumi.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi seruan untuk menjadikan Hari Santri sebagai ruang perjumpaan lintas generasi dan lintas elemen masyarakat. Kehadiran publik diharapkan tidak hanya memperkuat semarak peringatan, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama dalam merawat persaudaraan, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan.
Secara historis, penetapan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober berkaitan erat dengan Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama pada 22 Oktober 1945. Peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan menunjukkan peran strategis ulama serta kalangan pesantren dalam membangun kesadaran kebangsaan.
Warisan sejarah tersebut memberikan pesan bahwa agama dan kebangsaan bukanlah dua kutub yang saling meniadakan. Keduanya dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan yang berkeadaban, menjunjung persatuan, dan mengutamakan kemaslahatan bersama.
Dalam konteks kekinian, santri tidak cukup hanya menjadi pewaris tradisi, tetapi juga harus mampu menjadi pelaku perubahan. Kedalaman spiritual perlu berjalan bersama keluasan wawasan, keteguhan akhlak perlu berpadu dengan kecakapan intelektual, dan kecintaan terhadap tanah air perlu diwujudkan melalui pengabdian yang konkret.
Atas dasar itu, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Sukabumi diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan semangat keagamaan, tradisi pesantren, dan komitmen kebangsaan dalam satu ruang kebersamaan. Sinergi PCNU, GP Ansor, Seluruh Banom dan Lembaga NU, pemerintah daerah, pesantren, organisasi kepemudaan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan agenda tersebut.
PCNU Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh masyarakat, para kiai dan ulama, pengasuh pesantren, santri, pelajar, mahasiswa, kader Ansor dan Banser, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat untuk hadir dan menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026, di Stadion Korpri Kabupaten Sukabumi.
Mari menjadikan momentum ini bukan semata perayaan atas masa lalu, melainkan ikhtiar kolektif untuk menata masa depan. Sebab, sejarah tidak cukup hanya dikenang melalui cerita, tetapi harus diteruskan melalui pengabdian nyata. Dari pesantren, nilai keikhlasan ditanamkan; dari perjuangan ulama, semangat kebangsaan diwariskan; dan melalui generasi santri hari ini, harapan tentang masa depan Indonesia terus dirawat.
Editor : Moch. Fahmi Amiruddin















