BANDUNG — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung menyoroti kondisi keamanan pada malam hari setelah sejumlah pemuda yang diduga membawa senjata tajam diamankan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) bersama petugas keamanan lingkungan di sekitar sekretariat organisasi tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026. Saat itu, anggota Banser yang tengah menjalankan piket rutin bersama petugas keamanan RT/RW setempat mendapati sekelompok pemuda yang diduga membawa senjata tajam di sekitar kawasan sekretariat PC GP Ansor Kota Bandung.

Ketua PC GP Ansor Kota Bandung, Irwan Khadapi, mengatakan kejadian tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di kawasan pusat kota. Menurut dia, peristiwa itu menunjukkan perlunya penguatan langkah pencegahan terhadap potensi kriminalitas jalanan, terutama pada malam hari.
“Kami sangat menyayangkan aksi kriminalitas seperti ini masih terjadi. Apalagi kejadiannya tepat di depan Kantor Sekretariat PC GP Ansor Kota Bandung yang berada di tengah pusat kota,” kata Irwan.
Menurut Irwan, persoalan keamanan tidak cukup hanya ditangani ketika tindak kriminal telah terjadi. Ia mendorong adanya koordinasi yang lebih intensif antara kepolisian, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan untuk memetakan titik-titik yang dinilai rawan.
Irwan mengatakan PC GP Ansor Kota Bandung sebelumnya telah berupaya membangun komunikasi dengan jajaran kepolisian dan Pemerintah Kota Bandung. Salah satunya melalui surat permohonan audiensi kepada Kapolrestabes Bandung yang baru sekitar dua bulan lalu.
Namun, kata dia, hingga kini belum ada tanggapan atas permohonan tersebut.
“Kami sudah mengirimkan surat silaturahmi dan permohonan audiensi kepada Kapolrestabes Kota Bandung yang baru. Sampai hari ini belum ada balasan maupun tanggapan,” ujar Irwan.
Ia juga mengatakan organisasi tersebut telah beberapa kali mengirimkan surat kepada Wali Kota Bandung, Farhan. Surat pertama dilayangkan pada 2025 dan kembali dikirim pada awal 2026. Menurut Irwan, komunikasi yang diharapkan belum terwujud.
Bagi GP Ansor, persoalan keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi lintas unsur. Karena itu, organisasi tersebut meminta kepolisian dan Pemerintah Kota Bandung memperkuat patroli malam, khususnya di kawasan yang dinilai rawan terjadi kriminalitas jalanan.
Selain peningkatan patroli, Irwan berharap pemerintah dan aparat membuka ruang dialog dengan organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, serta unsur masyarakat di tingkat kewilayahan.
“Kami berharap ada ruang komunikasi yang lebih terbuka. Masyarakat dan organisasi kepemudaan juga bisa menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan,” kata dia.
PC GP Ansor Kota Bandung menyatakan siap terlibat dalam upaya menjaga kondusivitas kota, termasuk melalui koordinasi dengan aparat keamanan dan masyarakat di tingkat lingkungan.
Peristiwa pada Sabtu malam tersebut menjadi pengingat bahwa upaya menjaga keamanan Kota Bandung tidak hanya bergantung pada penindakan, tetapi juga membutuhkan pencegahan dan kerja sama antara aparat, pemerintah, serta masyarakat.
















